-

PKPA Hukumonline IV Digelar, Momen Belajar dan Berjejaring

Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) angkatan IV yang diselenggarakan secara daring oleh Hukumonline bekerja sama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) beserta Universitas Yarsi digelar. Khusus PKPA secara online, penyelenggaraan kali ini merupakan periode kedua.

Dalam pembukaan PKPA ini, para peserta langsung diberikan materi Sistem Peradilan Indonesia yang disampaikan oleh akademisi yang juga advokat dari Fakultas Hukum Universitas Yarsi, Yusuf Shofie. PKPA online periode kedua ini rencananya akan berlangsung selama 29 Juni-23 Juli 2020.

Direktur Bisnis Hukumonline, Jan Ramos Pandia mengucapkan selamat datang kepada para peserta PKPA Hukumonline. “PKPA Ke-4 ini adalah PKPA ke-2 yang dilakukan secara daring.  Dalam PKPA ini, tidak hanya belajar dan meningkatkan skill yang didapat tetapi juga dapat berjejaring,” kata Ramos dalam pembukaan PKPA Hukumonline, Senin (29/06).

Meski digelar secara online, Ramos berharap, penyelenggaraan PKPA dapat berlangsung secara baik sehingga penyampaian materi kepada peserta dapat terdistribusi dengan lancar. Menurutnya, kualitas PKPA yang diselenggarakan Hukumonline menjadi tujuan utama dalam tiap penyelenggaraan.

Perwakilan Universitas Yarsi, Yusuf Shofie mengatakan, saat ini Indonesia masih dalam kondisi pandemi Covid-19, maka dari itu harus mereformasi penyampaian materi PKPA. Ia menyambut baik PKPA yang digelar secara online ini karena bisa mengakomodir para peserta di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Para peserta PKPA yang akan menjadi advokat harus siap dalam setiap segala situasi, mari kita sama-sama menyesuaikan keadaan yang saat ini disebut new normal dengan mengikuti PKPA online,” kata Yusuf. (Baca: Kabar Gembira! Peserta PKPA Hukumonline Lulus UPA 100 Persen)

Yusuf berharap semoga penyampaian materi-materi PKPA online yang akan disampaikan oleh narasumber berkenan bagi teman-teman peserta. “Tentu, kami sebagai penyelenggara akan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Semoga ruang belajar PKPA ini selalu diberkahi jalan oleh Tuhan,” kata dia.

PKPA Hukumonline secara virtual ini akan berlangsung mulai 29 Juni hingga 23 Juli 2020. Sebanyak 25 kali pertemuan tiap Senin hingga Jumat sore dan Sabtu pagi dilakukan melalui platform Zoom Cloud. Animo calon peserta PKPA di tengah wabah Covid-19 rupanya cukup besar. Meski begitu, kualitas penyampaian materi dari narasumber menjadi fokus utama Hukumonline agar PKPA tetap berjalan baik.

Tidak ada perubahan durasi keseluruhan PKPA dan materi yang harus dipelajari para calon advokat. Sejumlah empat kelompok materi wajib dan materi tambahan akan diisi oleh para praktisi andal dan akademisi hukum. Para lawyer dari firma hukum besar dan menengah kenamaan Indonesia mewarnai daftar nama pengajar.

Sebut saja Ahmad Fikri Assegaf dan Chandra M. Hamzah (Partner pendiri Assegaf Hamzah & Partners), Lia Alizia (Managing Partner Makarim & Taira S.), Ratih Nawangsari (Managing Partner Oentoeng Suria & Partners), Dewi Savitri Reni (Partner, SSEK Legal Consultants), David Tobing (Partner pendiri ADAMS&Co.), Rizky Dwinanto (Partner ADCO Law), Fauzul Abrar (Partner Mulyana Abrar Advocates), dan masih banyak lagi. (Baca: Hukumonline Kembali Gelar PKPA Online, Yuk Segera Daftar)

Materi PKPA yang akan disampaikan tidak hanya berkaitan dengan teori dasar saja, materi berkaitan dengan hukum acara dan litigasi juga menjadi materi wajib yang diikuti para peserta. Selain itu juga terdapat materi non-litigasi seperti perancangan dan Analisa kontrak, pendapat hukum (legal opinion) dan uji kepatutan dari segi hukum (legal due diligence) serta organisasi perusahaan termasuk penggabungan (merger) dan pengambilalihan (acquisition).

Materi pendukung atau keterampilan hukum dengan substansi antara lain, teknik wawancara dengan klien, penelusuran hukum dan dokumentasi hukum dan argumentasi hukum (legal reasoning) juga masuk dalam PKPA Online Batch II ini. Bahkan yang berbeda dari tempat PKPA lain, PKPA di Hukumonline terdapat materi tambahan dengan substansi cyber law, kewajiban pro bono bagi advokat dan legal innovation agar peserta bisa mengikuti perkembangan teknologi yang semakin menerpa.

Ada lima kelompok materi yang disajikan. Pertama adalah Teori Dasar  yang terdiri dari Fungsi dan Peran Organisasi Advokat-1 sesi; Sistem Peradilan Indonesia-1 sesi; Kode Etik Profesi Advokat-3 sesi. Kedua, Hukum Acara dan Litigasi yaitu Hukum Acara Pidana-3 sesi; Hukum Acara Perdata-3 sesi; Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara-1 sesi; Hukum Acara Peradilan Agama-1 sesi; Hukum Acara Mahkamah Konstitusi-1 sesi; Hukum Acara Peradilan Hubungan Industrial-1 sesi; Hukum Acara Persaingan Usaha-1 sesi; Hukum Acara Arbitrase dan Alternative Dispute Resolution-1 sesi; Hukum Acara Pengadilan HAM-1 sesi; Hukum Acara Pengadilan Niaga-1 sesi.

Ketiga adalah Non-Litigasi yaitu Perancangan dan Analisa Kontrak-2 sesi; Pendapat Hukum (Legal Opinion) dan Uji Kepatutan dari Segi Hukum (Legal Due Diligence)-2 sesi; Organisasi Perusahaan, termasuk Penggabungan (Merger) dan Pengambilalihan (Acquisition)-2 sesi). Keempat, Keterampilan Hukum Pendukung yaitu Teknik Wawancara dengan Klien-1 sesi; Penelusuran Hukum dan Dokumentasi Hukum-1 sesi; Argumentasi Hukum (Legal Reasoning)-2 sesi. Terakhir adalah materi Tambahan khas Hukumonlineyaitu Cyber Law-1 sesi; Kewajiban Pro Bono bagi Advokat-1 sesi; Legal Innovation-1 sesi.

Kualitas PKPA online ini diawasi langsung oleh Bidang PKPA dan Sertifikasi Dewan Pimpinan Nasional Peradi. Kehadiran peserta minimal 80 persen dari total sesi materi PKPA. Peserta PKPA harus mengaktifkan tampilan video dirinya untuk dihitung dalam presensi sesi PKPA. (Baca: Kelas Online PKPA Hukumonline Ditutup Materi Hukum Acara Pengadilan Niaga dan Kepailitan)

BACA JUGA