-

Kedudukan Perjanjian Perkawinan Menurut Hukum Islam

Pertanyaan

Apakah perjanjian perkawinan dapat mengenyampingkan hukum Islam? Jika seseorang telah memilih membuat perjanjian perkawinan, apakah masih bisa menerapkan hukum perdata Islam lainnya, seperti di bidang waris dan lain-lain?

Intisari Jawaban
Sebagai suatu perjanjian, perjanjian perkawinan termasuk ke dalam aspek muamalah. Dalam hal muamalah, pada dasarnya para pihak bebas melakukan perbuatan apa saja selama perbuatan tersebut tidak dilarang menurut hukum Islam. Pembuatan perjanjian perkawinan hukumnya mubah atau boleh, selama tidak melanggar asas-asas perjanjian dalam hukum Islam.
 
Isi dari perjanjian perkawinan tidak boleh bertentangan dengan hukum Islam. Selain mengatur mengenai harta, perjanjian perkawinan juga dapat mengatur hal-hal tambahan, seperti mengenai hak dan kewajiban suami istri, pengaturan poligami, hak asuh anak, serta poin-poin perjanjian lainnya yang dikehendaki oleh kedua belah pihak.
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.
Lihat Ulasan Lengkap

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Hubungi konsultan hukum profesional dengan biaya terjangkau, pilih durasi dan biaya konsultasi sesuai kebutuhan Anda di sini.
Punya pertanyaan lain?
Silakan Login, atau Daftar ID anda untuk menjadi menjadi memberKirim Pertanyaan ke Klinik